because life is a miracle

because life is a miracle

Kamis, 26 Juni 2014

The camp

Tidak tahu seperti apa rencana Sam kepada kali ini. Setelah lepas malam bertemu, keesokan harinya mobil menjemput dan membawa kami kesini. Pantai sanur.
"Kita naik motor boat ke Pulau lembongan" Ku dengar Sam berbicara dengan JJR
"Semoga cuaca mendukung rencanamu" JJR mengangguk sekenanya, menantang cahaya matahari

Cuacanya cerah dan hangat. Seperti tawa renyah turis yang bersama kami menikmati pemandangan dari sisi dalam boat. Sepertinya pulau yang akan kami kunjungi lebih menarik bagi turis luar daripada lokal. Padahal perjalanan menuju ke sana sangat menyenangkan. Setidaknya sebelum sarapan pagiku menjadi pusat perhatian.
"Bukannya tadi sudah minum obat anti mabuk?!" mata JJR seketika menyergapku

Demi apa dalam situasi seperti ini dia berlaku begitu padaku. Apa dia mau menunjukkan bahwa dia memang tipe lelaki idaman. Keningnya berkerut sembari menghapus peluhku. Aku menatapnya dengan ketus meski sebenarnya sudah ingin meledak karena malu.

Pulau lembongan memang tidak seramai daerah kuta atau legian. Suasana kampungnya masih terasa. Anak sekolah hilir mudik di jalanan yang tidak seberapa besarnya. Nah, karena tidak terlalu ramai, bersama Sam, JJR menyewa motor menuju motor ke lokasi camp. Saya lebih memilih bersama rombongan di mobil. Terasa sea sick, padahal sudah minum obat anti mabuk sebelum berangkat.
"Are you oke?" JJR bertanya sambil menyingkap sun glassesnya
"Good enough!" Jawabku meyakinkan
"We'll be there very soon. Kami naik mobil aja!"


Aku tidak tahu apa rencanya, tapi apapun itu aku siap. Semoga benar seperti dugaanku.

Blue ocean. Its about 13meter. Ku dengar suara JJR dari jauh. Ku lihat siluetnya diantara terik matahari pagi. Bahkan seperti itupun, dia masih mampu menggoda pikiranku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar