because life is a miracle

because life is a miracle

Sabtu, 29 Januari 2011

buat aku percaya

BUAT AKU PERCAYA

Orang selalu berkata, masa lalu tempatnya dibelakang.
Tapi aku suka mengoleksi cerita tentang mereka.
Apapun yang membuatku mampu mengenang sesuatu yang menurutku masih akan menjadi hal penting untuk masa depan.
Entah untuk sekedar ku baca, ku dengar, ku lihat dan tentunya ku tertawakan.
Dan aku yakin, aku bukan satu-satunya pecinta box itu.
Sempat tersenyum simpul mendapati copy_an hasil chatting seperti ini beberapa hari yang lalu.
Beberapa dari orang-orang hebat yang singgah dalam hidupku dan memberikan pengaruh yang besar.
Kuping pundak hati untukku besenda gurau.
Mereka adalah satu dari sekian ribu semangatku.
Am thankful for that moment.

Beib : just be patient hunnie!! Your special attitude Cuma buat dya yg special!! Dan yang special itu limited edition!! Gak sering muncul, tp bakal datang!! trustME…(15.04.09)
K’LvcOe : maafkan jika kaumku sering menyakitimu. Tapi percaya padaku, someday akan ada seorang dari kaumku yang akan tulus menyayangimu dan menghilangkan rasa kecewamu...(09.12.08)
Brader : Ur prince will come to fetch and bring you to the palace of happiness. Be patient sweetheart…Just believe.. (27.03.08)


Setelah membaca aku merasa seperti ini:
Aku tidak tahu bagaimana wujud prince untukku,
Dan aku tak tahu pada siapa special attitudeku akan berlabuh,
Apakah aku sudah bertemu dengannya sepersekian bulan yang lalu?
Atau jangan-jangan dia sudah membawa lari yang special itu?

Diyakini bahwa ia yang sifatnya baik maka kelak juga akan mendapatkan pendamping yang baik pula.
Seperti itulah hal yang sering kali bertalu-talu di telingaku. Pesan yang tiada hentinya di beritahu.
And now where am i belong?
Yep di depan notebook memandang dengan wajah bingung barisan kata-kata yang tidak tahu hendak kemana rimbanya.
Setidaknya aku berusaha untuk berbicara mengenai hal ini.
Jujur tentang hati yang juga tak kunjung ingin diajak berdiskusi. Ia masih serupa lautan bersama kapalnya. Entah kemana akan bermuara.

Tapi jika boleh bertanya adakah hal seperti ini:
Pernahka kau membuat tanda tanya dan kau sebenarnya tahu jawabannya.
Jika kau berkata tidak ada maka maaf jika aku sedikit tertawa, karena aku sedang ingin tertawa tapi sulit.
Baiklah...
Hujan telah reda, paling tidak malam ini aku bisa tidur sedikit lebih nyenyak.
Paling tidak aku sudah mencoba berbasa-basi dengannya. Hatiku.
Berharap suatu hari mampu menemukan jawaban.
Firasatku berkata jenis chatting_an diatas akan sulit ku temui lagi.

bi.ar.kan.saj.ah

Biarkan saja

Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak akan menjabat tanganmu.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak ingin mengenalmu.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak perlu dekat denganmu.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak mau kau ada dekatku.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak ingin mendengar sukamu.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak perlu merasa kita punya hubungan special.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak mau tau apa saja tentangmu.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak sudi berbaik hati padamu.
Kalau bisa aku memilih, maka lebih baik sejak awal aku tak akan mengiyakan hati untuk berkawan denganmu.

Karena kau kini merusak semua harapku.
Karena kau membuang semua ceritaku.
Karena kau tak mempercayaiku.
Dan itu yang akan membuatku menjauh.

Satu 2011

black en white

Cinta itu datang ketika kau membawanya padaku…
Tapi mengapa tidak sama ketika kau pergi...
Aku berharap untuk tidak merasakannya lagi untukmu...
Bahkan bila mungkin untuk meminta agar kau tidak perlu merasakannya...
Apa aku salah hingga kau pergi...
Itu bukan pertanyaanku...
Mungkin kepergian cinta mewakilkan kedatangmu tempo hari...
Tergesa-gesa...

Makassar 27 januari 2011
Ketika rasa benciku datang dalam wujud sayang

last weekend on Januari 2011

adaaa...ayuu disiniii.....
berbagi cerita...
berbagi....makanan....banyolan....dan colokan....

Minggu, 16 Januari 2011

Ingatkan aku

Dikala kau mengetahui arti berbagi dengan orang lain, kau berharap menemukan teman..Tuhan lalu mengirimkan begitu banyak untukmu..
Tapi sering kali kau tidak adil membagi waktumu dengan meraka..kau mencoba mempertahankannya, namun nyatanya mereka pergi...
Saat belia menghampiri, layaknya kisah dalam dongeng..kau pernah sesekali berharap seorang pangeran rupawan datang…
Tapi sampai kini kau belum juga menemukannya..
Ketika remaja kau melakukan banyak hal demi sebuah harapan impian dan cita. Kau bekerja keras, kau berkorban waktu materil bahkan perasaan..
Tapi di akhir cerita, kau tidak mendapatkan hasil yang setimpal...

Kau tahu..
Kau tidak perlu menyesali semua itu..
Kau tahu mengapa?
Karena paling tidak kau pernah berusaha..berusaha untuk melewatinya..dan berusaha untuk berjuang mendapatkannya..
Aku pernah membaca quote ini ; aku tidak gagal! Aku hanya telah menemukan 10.000 cara yang tidak tidak ku tahu jalan keluarnya!!
See...betapa hati terlalu sempit untuk membuat lubang penyesalan disana..

friday 14th january 1.18am

chapter TERAKHIR

Karena dalam sebuah kegalauan, berjuta kisah mampu tercipta.

Aku tak tahu kapan aku pergi. Dan setidaknya tulisan ini mampu mewakili semua persaanku yang tidak mampu aku ungkapkan secara gamblang. Karena akuadalah diriku yang tidak ingin siapapun tahu bahwa aku sedang dilanda kesedihan. Karena cukuplah wajahku saja yang rusak oleh keseidihan itu. Biarkan wajahmu tetap cantik seperti itu. Kegalauanku akan luluh melihatnya.

Sendiri sunyi sepi ini mungkin telah lelah membawa beratnya something yang berada dipundak ini. Berat tapi aku tak mau menyerah. Aku masih butuh pemberat untuk hidup ini. Aku belum siap melayang.

Jikalaupun engkau dia mereka mampu meredam semua perasaan tidak jelas ini. Maka ku yakinkan itu hanya sementara. Karena andai ada saja yang tahu betapa kusutnya arus lalu lintas dalam benak ini. Maka niscaya tidak akan ada lagi yang mau berkunjung ke kotaku.

Aku tesadar namun kemudian tertatih lagi. Jalan ini terlalu jauh ku tempuh. Sementara tidak ada pelipur dahaya yang menghampiri. Rasa-rasanya dunia begitu sepi dan aku bertanya mengapa tidak ada yang menyapa. Mungkin memang aku tidak terlihat.


Satu 2011
Disisi kamar yang sepi

SISAKAN AKU

Pi….udah datangkah si apri?
Belom...dirimu gimana.udah siap? Compeng udah bangun?
Aku baru mau mandi buuu! Si compeng udah daritadi nelpon terus, haha!
Kasian! Habus dirimu lama banget sih! Hayok cepat!
Sip, aku siap2 dulu yah!
Iah kabari kalo udah mau brangkat!

Siapa ya’?
Oh temen bu! Ini mau ke somba opu! Ada tour wisata!
Temen dari mana lagi?
Dari @koprol itu loh buu!

Pagi itu sekitar jam 10 pagi dibawah pohon rindang daerah daeng tata terlihat @erhiel @noze @misveil @cumalz_ichal @emii @ewiewi @nugraha_dirga @ippang @comp3ng @cwllenk dan beberapa warga @daengkops sudah bersiap bertolak menuju BSO a.k.a Benteng Somba Opu. Dalam rangka wisata sejarah, kali ini @daengkops memilih berkunjung ke salah satu benteng yang sering menjadi tujuan wisata. Bukannya tidak ada pilihan wisata lain, tetapi benteng ini menyajikan wisata mata yang berbeda dengan yang lain. Ada berbagai macam replika rumah adat se-sulawesi selatan disana. Dari toraja, mandar, bugis, dan makassar yang membuat kita seoalah-olah telah berhasil berkeliling sulawesi. Juga bangunan bersejarah yang sebenarnya kalau ceritanya mau dirunut dari awal maka tidak cukuplah lembaran kertas ini, pun tak kuatlah aku menulisnya. Jelasnya dari bapak tour guide yang hari itu mengenakan training merah, mengisahkan bahwa benteng ini merupakan bukti sejarah bertahannya kerajaan gowa dari tekanan belanda dan negara penindas lain serupa nedherland itu. Benteng ini sudah layaknya sebuah kampung dimana warga kota gowa dahulu kala melakukan rutinitas dari berkembang biak sampai berdagang.
Kurang lebih 2jam siang bapak tour guide berlagak layaknya orang jaman tempo doeloe dihadapan kami. Ceritanya apik, membuat telinga kami sedikit membesar dan mata kami harus sembunyi-sembunyi tertawa mendengar logat ala inodesianya yang sering kali kekurangan satu huruf dibelakang , apalagi jika beliau sudah menyebutkan nama pun kejadian dalam bahasa makassar, maka serempak kami si anak yang masih biru pantatnya akan serta merta mengeluarkan nada dasar ”Oooooooo” yang panjang lalu tertawa bersama-sama. Seperi kali pertama saing bapak tour guide bercerita tantang pertama kali mencuatnya nama daerah Tamalate. Yang ternyata bermakna tanah yang tidak pernah kering. Lalu terakhir disusul oleh kisah pelaut yang kapalnya kandas dan mengharuskan Karaeng Pattingalloang a.k.a sultan hasanuddin menandatangani sebuah perjanjian diatas paha yang kemudian dinamakan Perjanjian Bonggaya, atau yang sering dilafalkan dengan bongaya. Kami ternganga entah kapan lagi kami bisa mendengar kisah super seperti ini.
Bukan hal yang mudah membangun bermeter-meter tembok kokoh tanpa waterpas tapi tokh ternyata sejak ditemukannya 1985 masih kokoh sampai sekarang. Padahal perakatnya bukan dari jenis nat seperti yang banyak digunakan saat ini, melainkan lapisan putih telur. Kisah kerajaan gowa memang memiliki sejuta rahasia yang tidak habis ditelan masa. Luar biasa.
Setelah makan siang berjamaah, sesi perkanalan pun berlangsung dengan hebohnya. Kali ini ada 4 orang newbie yang datang. Jadi, wajarlah kalau warga semakin antusias beraksi. Dan, jelang sore rombongan geng hijau bubar jalan.
Sesampainya dirumah, aku yang masih diliputi semangat membagai kisah tadi kepada ibu dengan nada mimik wajah yang terheran-heran. Hhmmmm, weekend yang indah.

Makassar, 11.01.2011.12.10wita...
Untuk sebuah keindahan sejarah....