because life is a miracle

because life is a miracle

Minggu, 28 April 2013

Ignition of dreams

Hola halu....
Wiwh, what's hot these days??? Em a lot actually hihihi.
A bit of dreams, few of loves, but over all is about decision. And i thank GOD because life is coming with its two sides. Black and Blue. Sweet and Bitter. Good and Bad. Trial and Error. Beauty and Beast. But, we all know that some people don't suit with those choices. They tend to make additional on their own. As what shows in a movie. Plan A-B and C or even D. And, I do oftentimes.

Well, a defragmenter is needed mostly. It requires a wider space to what i am having now on my mind. The traffic might be so horrible and feels like the vehicles hitting one another. Been busy, takes off almost of my attention. No pain no gain. Don't you think what makes me such noisy?? I do well, for sure guys.

Actually, this writing is like a coffee break for me after few days of a pile of assignments and all the deals. And thank GOD its work out for best in the beginning, and i hope for last. I believe there will be no progress without any effort. It takes me far from fear.

Talking about hope, my LDR runs well but i thought i did a crack on one of its side. I hope it doesn't make a matter of problem. Even if it occurs, i will not take it as a problem, instead of making it as a lesson for remembered. I know i am not that wiser, but i should be. I am trying.

But having these, kind of life feels to what I have. The songs which playing on my videolist seems very striking in the heart of mine. Theirs like a sound of mind, my mind (maybe) therefore  it scares me to death. It might be my only feeling. A woman. So excessive #LOL but I am way brave - sweeter - smarter and bolder than I was, hehee





Everyone has a dream big, high and hope for a very best ending in line with the provisions of GOD :'), Luck for all. DO YOUR BEST AND BE THE BEST



Sabtu, 30 Maret 2013

lucky strike #blessed

gnawing
in a vast willing of a demand

you are swarming
sorrounding my body ,mind, live
daunting
even to my shadow

but
keep it up

thriving the wings i have given
playing the strength of my finger
and
the one
would awake yours

with my passion's explode
could possibly smoulder onto you

i am gratified
that you could release
me
from where i was made

nevertheless
don't take any hesitation
i will show you rise dramatically
distinctive of a thrust

JR


i am having trouble breathing
stay away
stay

trembling down to my knees
it shouldn't be that bad by the time

keep talking, rise your voice up
and i will say
say i adore you when you are not listening

a chick flick revolves with jumpy
never fade but
a big pile

how could i live with that?
that?
how could i
oh i

can i just live with that?
oh my

spatters of passion

Rabu, 20 Maret 2013

Privacy is not Plastic

I just finished making a very pleasant conversation. Having a plenty of free time should be good for a calling since the signal was cooperative too. Miles away but seems so close.

Going to midnight i had a short chat with a friend. One of the very talkactive. Talking about some stories of junior highs chool and who was the man i am with now. In short, the conversation got broader and the thing i didn't expect happend. Oh no, my mind suddenly felt uneasy. Something better should be there.

I didn't do it on purpose of what we weren't expected. All i thought was just hid the privacy, that's it. Unfortunately i was loosing my grip. Without realizing that it possibly would occur some suspicious spot.

Shortly, we argued. Telling that i knew i was wrong wouldn't make anything better. Even the reply had said a kind of acceptance of sorry but, i knew it wasn't really is, through it was exactly what i feel if you do it too. I should have told you before. I should.

If you know, i never thought i would be like this. So, selfish.

The friend that i talked with was a friend called friend no more. Yes, he was a he but no more extra words for him. And cannot be equated with my besties.

I am not plastic as your thought. Privacy is needed in order to get rid people of stalking with our bussiness. Since the very first i have told you that if only i had our own field to share what we felt so that would be remarkable. However, it couldn't been accomplishde because the demands of situation. I wish you were here. So you couldn't only see these ruth but directly see the writer's eyes. 


Never regret. If it's good, It's wonderful. If it's bad, then It's an experience -Victoria Holt-

Rabu, 06 Maret 2013

Te extrano mucho ♥


Lo que me gusta de mi? Es que hay dentro de ti :') Muy concenta, muy agradecido. Te extrano siempre.

Senin, 04 Maret 2013

Malam Minggu SPENTIG Angk 2000 (3iee)

Setelah di kecewakan oleh tim staff tes TOEFL di kampus, sorenya saya melaju ke rumah sepupu. Ada aqiqahan ponakan baru di sana. Namanya, Muhammad Khalil Ghufron. He is so cute(of course) I will post his pict soon :') After all, when I almost got home, Misbah menelfon dan confirm pertemuan malam ini akan diadakan di tempat favoritnya. So, without having any excused saya-pun diboyong kesana oleh Ivan.

Mungkin benar kalau malam ini atmosfer Popsa jauh lebih riuh dari biasanya. Bukan karena ada band yang super heboh di stage, tetapi karena ada kami di pojok belakang.


Holaaaaaaa......
Mari saya kenalkan dari kiri - kanan.

  1. Wanita yang tomboy mengenakan jaket ungu itu namanya Anti. Typical pendiam tetapi sekali tertawa, yang lain bisa tersinggung.
  2. Di sebelahnya, Gadis berambut panjang bernama Anita, dari dulu sampai sekarang masih setia memelihara rambutnya yang panjang. Ckckck luar biasa.
  3. Lelaki berbaju hitam itu Ivan. Seingat saya dulu Ivan ini sangat nakal, sepertinya sangat suka mengganggu kami para wanita kelas 3iee. Tetapi sekarang jauh berbeda, dia lebih kalem dan menghanyutkan. Alias kalau mengejek langsung straight to the point.
  4. Yang berjanggut di sebelahnya bukan ustad loh. Dia Ippang. Dahulu sangat lugu, begitupun sekarang. Tidak bisa di tebak. #applause
  5. Menggeser sedikit ada Misbah dengan pullover-nya. Berat badannya naik drastis. Persis seimbang dengan kegemarannya kumpul-kumpul. Semakin menjadi-jadi. Dialah sang panitia di setiap event kami.
  6. Wanita langsing berambut pop itu Indi. Teman sebangku saya. Dahulunya rambutnya panjang. 11-12 dengan Anita. Tapi karena tuntutan profesi dan perubahan jaman dia kini berubah menjadi Ibu Polwan. Ya, she is real woman now. #laporsiapgerak
  7. Fatmi si jilbab biru itu ya begitu, pendiam dan tidak macam-macam kalau bercakap. Sangat keibuan.
  8. Kalau yang pake kacamata itu Tineke. Dia pecinta serial Harry Potter to death. Sejak jaman Smp dia dikenal kutu buku. Saya sangat jarang melihat dia tanpa buku.
  9. Yang memakai jilbab pelangi itu ya Saya :') #nocomment
  10. Nah, peserta terakhir. Nani. Selain Indie dan Fatmi (juga saya), wanita yang satu ini juga sudah berjibaku alias berhijab. Typical yang sangat alay dan lebay. Sangat kompleks.
  11. Eh satu lagi, yang mengambil gambar. Amran. Lelaki playboy dan suka tebar pesona. Sejak dahulu sampai sekarang. Mungkin jadi perempuan takluk karena logatnya yang khas.
Sebenarnya ini bukan kali pertama kami berjumpa. Pertemuan yang bukan lagi bertema reunian sudah sering terjadi dengan anggotanya yang datang silah berganti. Indie, Tineke dan Anita merupakan anggota baru sempat hadir kali ini. Saya sangat merindukan mereka. Karena selain di dunia maya inilah pertemuan kami yang pertama setelah sewindu tidak berjumpa. Dan entah mengapa momen ini berhasil mencuri perhatian saya. #tsahh

Nah, awal mula pertemuan ini di karenakan ada dua member dari kos-kosan yang akan naik ke pelaminan. Yakni Gita dan Adi dengan pasangan masing-masing. Sayangnya mereka tidak ada dalam gambar dan hanya muncul dalam pembicaraan kami malam itu. Rencananya, kami akan mengenakan seragam sukarela. Yang setelah saya ingat kembali akan menambah jajaran daftar jahitan saya. Inilah nikmat dasar menjadi wanita. Saya membatin.

Seperti pertemuan pada umumnya. Bahasan utama hanya akan di bahas tidak kurang dari 1jam. Setelahnya akan ada sesi tanya jawab aktifitas masing-masing sebulan terakhir lalu di susul dengan rencana perjalanan yang kemudian berakhir pulang malam.

Dan di sinilah kami konser saat pergantian malam


Tapi tunggu dulu, sepertinya ada warga baru di sebelah Fatmi. Yap, itu Wandi. Kalau di bandingkan jaman dulu, sekarang Wandi jauh lebih makmur. Ihihihi ukurannya di lihat dari body dan dompet sepertinya. Nah kalau yang di depan mengenakan kaos putih itulah Amran. Sang potograper kita. #cheers

Nah, di tempat inilah kami mengeluarkan seluruh kemampuan kami. Ada yang jago menyanyi, rapper, sampai jago memanipulasi lirik lagu. Lengkap. Sayangnya belum selesai waktunya, sudah ada yang harus beranjak pulang. 

Dan prajurit yang tersisa hanyalah....


Dari sepersekian menit ini saya baru mengetahui bahwa Ippang yang pendiam itu sangat menggemari lagu Jepang dan Mandarin. Sangat mengejutkan. Beruntung dia bukan fan of Super Junior. Bisa kalah telak. Hihi

Setelah puas meneriaki mic masing-masing, kami bergegas pulang. Menelusuri ular hitam panjang dan kemudian terpanggil oleh suara alam. Renyah seafood tengah malam kembali menggetarkan gelak tawa kami. Diantara abg yang usianya setahun lebih muda dari kami, pin BB dan nomer teleponpun berhasil bertukar. Cover remaja yang kalau boleh saya kasi label "Gadget" Saya tertawa kemudian berdehem. Glad to have kind of these moment. Old friend will never replaced any.

Thank you and see you soon kawan :")

Rabu, 27 Februari 2013

RectoVerso (Review Book &Movie)


Setelah lama mengenal Dewi Lestari sebagai seorang penyanyi, saya kemudian menjadikan "Dee" figur seorang penulis inspiratif. Lalu memutuskan membeli RectoVerso di 2009. Hibrida antara fiksi dan musik membuat saya merasa ada keanehan yang mesti di ungkap. Ada apa sebenarnya dengan karya yang satu ini. Buku ini berhasil menghipnotis saya dalam artian membawa saya termangu dalam setiap kisahnya. Dee seolah membuat tidak ada jarak antara dirinya dengan pembaca. Komposisi 11:11, sebelas kisah sebelas lagu yang ringan mampu membawa pembaca kepada ruang paling gelap dan sempit. Mencukupkan pada satu makna penting. Cinta tak harus memiliki.

RectoVerso membuat pembaca bercermin pada diri sendiri. Memaknai setiap kutipan Dee dan mengangguk penuh arti. Seperti pada beberapa kisah berikut:

Malaikat Juga Tahu
"Lelahmu jadi lelahku juga, Bahagiamu bahagiaku pasti. Berbagi takdir kita selalu, kecuali tiap jatuh hati"
Menurut saya ini merupakan kisah pamungkas. Dimana pemaknaan cinta yang sebenarnya tidak hanya tersaji dari fisik namun kesesuaian batin. Kisah yang juga paling menyentuh dalam tampilan video-klipnya. Kita tidak akan menemukan celah untuk tidak berkata tidak pada sebuah ketulusan.

Selamat Ulang Tahun
"Tahanlah wahai waktu ada selamat ulang tahun yang harus tiba tepat waktunya untuk dia yang terjaga menantiku" 
Saya selalu bersemangat merayakan momen ini, untuk diri sendiri ataupun untuk kerabat. Kado, Tiupan lilin lalu kemudian Tiga kata yang biasa namun mengandung makna penting bagi penerima. Entah sebagai wujud perhatian ataukah makna lainnya tapi terasa begitu sempurna saat tersampaikan. Dan ketika pengirim mengetahui keberhasilannya, rasa syukur juga kemudian membuncah. Bahagia itu sederhana.

Dalam bait lagu Grew A Day Older,
"If everything has been written down so why worry??"
Kita bertemu dengan orang baru. Lalu kemudian hati ini akan menimbang, menaksir kemungkinan yang terjadi. Tapi siapa yang akan tahu akhirnya, bakal jadi teman, pacar, sahabat, atau kekasih sehidup semati? Yang jelas waktu berjalan dan kita terus hidup dari hari ke hari. Ketidakpastiaan adalah memang satu-satunya hal yang pasti.

Pada kisah Peluk
"Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri sendiri: dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi seorang manusia yang kita cintai"
Setiap dari kita menyukai perjumpaan dan hampir benar tidak menikmati perpisahan. Tapi sungguhlah karena cinta kita menjadi begitu yakin akan keabadian. Padahal kekekalan abadi hanyalah mati. Hanya butuh waktu dan kesabaran untuk menyadarinya. Teguklah obat yang pahit itu untuk sebuah kesembuhan.

Selain itu kisah Aku Ada,
"Tiada yang lebih indah, tiada yang lebih rindu selain hatiku, andai Engkau tahu"
Sesaat ketika kematian memisahkan kita dengan yang terkasih. Perpisahan, meskipun telah berkata mengikhlaskan tapi hati tetap tidak sanggup menerima. Namun apakah seseorang yang meninggalkan kita benar-benar pergi. Dalam momen tertentu, ia bahkan seolah menjawab panggilan kita. Dua batasan dunia hanya bisa di kunjungi dengan sebuah doa. Tulus. Tersampaikan.

Hanya Isyarat
"Seseorang yang tidak bisa kumiliki keutuhannya. Yang hanya bisa ku kirimi isyarat sehalus udara, langit awan dan hujan"
Kadang cinta datang seperti turis, menghampirimu, hanya lewat di hadapanmu, atau singgah sejenak lalu kembali meneruskan perjalanannya. Menghilang. Akan tetapi bagaimanapun caranya hadir cinta selalu memberikan bingkisan, kesyukuran akan berkah memiliki sebuah hati.

Kemudian satu yang paling menyentuh adalah Curhat Buat Sahabat,
"Dan kini sampailah aku disini, yang cuma ingin diam duduk di tempatku menanti seorang yang biasa saja, segelas air di tangannya kala ku terbaring sakit. Yang sudi dekat mendekap tanganku mencari teduhnya dalam mataku dan berbisik, pandang aku, kau tak sendiri oh Dewiku. Demi Tuhan, hanya itu saja kuinginkan. Jangan bilang lagi itu terlalu tinggi" Tidak berlebihan mungkin jika kemudian kita mengatakan bahwa sahabat terbaik adalah kekasih terbaik. Karena ketika pacar atau pasangan datang dengan banyak aturan, maka seorang sahabat akan menerima kita apa adanya. Dengan sahabat kita tidak perlu menjadi orang lain dan akan sangat beruntung jika kita mampu menemukan seorang yang bisa kita cintai sebagai kekasih dan mengakrabi seperti seorang sahabat. Namun lebih melegakan jika kita mampu menjadi sahabat sejati bagi siapapun yang mencintai kita. Pleasing everyone is not easy but, it's a privilage.

Sampai setelah saya menyelesaikan RectoVerso dan membaca karya Dee lainnya, saya tidak tahu akan berkesempatan menikmatinya lagi dalam sebuah pertunjukan film. Saya memang sedikit menyayangkan sutradara-sutradara cantik itu hanya mengangkat 5 dari 11 kisah dalam RectoVerso. Namun setelah berhasil menonton film antologi Indonesia ini. Para sutradara cantik yang umumnya dikenal sebagai aktris mampu menyajikan secara apik Kisah Malaikat Juga Tahu, Firasat, Cicak di Dinding, Curhat Buat Sahabat &Hanya Isyarat menjadi garis besar yang sepertinya paling mewakili setiap perasaan. So lovely.


Malaikat Juga Tahu

Sutradara - Marcella Zalianty
Penulis Skenario - Ve Handojo

Kisah menganai Abang yang menderita autism jatuh cinta kepada Leia salah satu anak kost di kontarakan Ibunya, seorang yang sangat dekat &mengeri Abang. Sementara setalah kedatangan Han adik Abang, Leia dan Han menjalin cinta dan Ibunya tahu bahwa Abang akan sangat terluka dengan hal itu.

Cicak di Dinding

Sutradara - Cathy Sharon
Penulish Skenario - Ve Handojo

Taja seorang pelukis muda lugu bertemu dengan Saras yang membuat dunianya berbeda. Namun setelah lama berkenalan dengan Taja, Saras menghilang dan muncul di pameran Taja setelah enam tahun tidak berjumpa. Saras datang dengan sebuah kejutan yang menyadarkan hal Taja tentang keputusannya untuk tak pernah berani mencintai.

Firasat

Sutradara - Rachel Maryam
Penulis Skenario - Indra Herlambang

Senja bergabung dalam Klub Firasat. Ia bergabung dalam klub itu karena ia selalu merasakan firasat setiap akan ditinggal oleh orang terdekatnya. Seperti saat Ayah dan Adiknya yang meninggal dunia dalam kecelakaan. Alasan lain kemudian muncul ketika ia bertemu dengan Panca dalam klub itu. Ia jatuh cinta, namun, kini Senja kembali berfirasat sesorang akan pergi meninggalkannya.

Curhat buat Sahabat

Sutradara - Olga Lidya
Penulis Skenario - Ilya Swigma dan Priesnanda Dwi Satra

Pertemanan Amanda dan Reggie seperti dua dunia. Kapanpun Amanda membutuhkannya maka Reggie selalu ada. Seperti saat Amanda sakit, saat Ia berharap pacarnya akan datang namun tersadar bahwa Reggie satu-satunya yang setia dan menerima dirinya apa adanya.

Hanya Isyarat

Sutradara - Happy Salma
Penulis Skenario - Key Mangunsong

Lima orang backpackers bertemu lewat forum milis. Salah satu diantara adalah Al. Berbeda dengan keempat  kawannya, Al selalu menyendiri dan menjaga jarak. Diam-diam Al jatuh cinta kepada seseorang yang hanya bisa mampu ia kagumi dari kejauhan, punggungnya saja. Sampai suatu malam terseret dalam permainan kawannya dan membuatnya terpukul namun semakin terseret akan daya pikat Raga. Seseorang yang mungkin tak akan pernah ia miliki.

Dunia ini nyatanya memang memiliki dua sisi. Selalu. Dengannya kita bisa menjadi egois dengan jiwa pemilih kita namun pada saat bersamaan juga selalu diberi kesempatan. Bukankah sangat beruntung. Karena tentunya jika pilihan itu tidak ada maka kita hanya bersikap biasa saja dan yang bermakna akan pupus. Meski saya percaya tidak ada satupun di hidup ini yang sia-sia. But, how will it be? Sometimes we just can see....